USAID IUWASH Tangguh Bersama Masyarakat Menyerahkan Dokumen Usulan Pembangunan di Sektor Air Minum dan Sanitasi kepada Pemerintah Kelurahan di Pematangsiantar

Bagikan :

Pematangsiantar-Kliktodaynews.com|| Masyarakat Kelurahan Bah Sorma, Marihat Jaya, Bane dan Siopat Suhu didampingi USAID IUWASH Tangguh menyerahkan Dokumen Usulan Pembangunan di Sektor Air Minum dan Sanitasi kepada Pemerintah masing-masing kelurahan di Pematangsiantar di kegiatan Workshop Hasil Rencana Kerja Masyarakat (RKM) pada Kamis, 22 Februari 2024.

Dokumen usulan dimaksud adalah Rencana Kerja Masyarakat (RKM) hasil Pengkajian Partisipatif dan Pemicuan STBM yang telah terselenggara. Kegiatan Pengkajian Partisipatif dan Pemicuan STBM di empat kelurahan tersebut telah dilaksanakan pada tahun 2023 pada bulan Juni-Juli dan November-Desember.

Pengkajian Partisipatif dan Pemicuan STBM menjadi salah satu upaya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya air minum dan sanitasi aman. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dan petugas kesehatan dapat melakukan upaya perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat menuju peningkatan akses air minum dan sanitasi aman.

Melalui Pengkajian Partisipatif dan Pemicuan STBM, masyarakat diajak menggambar peta kondisi lingkungan dan kegiatan rutin masyarakat. Setelah itu, masyarakat termasuk petugas kesehatan dan pihak berkepentingan lainnya melakukan penelusuran lingkungan dalam rangka memberikan pengalaman secara langsung dan sekaligus mengkonfirmasi peta kondisi yang sudah disusun bersama.

Baca Juga :  Polres Pematangsiantar Laksanakan Ops Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

Guna membantu peserta membangun pemahaman tentang pentingnya perubahan perilaku, fasilitator memberikan alat bantu Diagram F atau Jalur Perpindahan Kuman/Rantai Penularan Penyakit. Disebut sebagai diagram F karena komponen kuncinya semua dimulai dengan huruf “F” dalam bahasa Inggris, yaitu: Feces (tinja), Finger (jari tangan), Flies (lalat/serangga), Field (tanah), dan Food (makanan), nah ada satu tambahannya nih yaitu Future Victims (korban selanjutnya).

Peserta kemudian mengklarifikasi temuan saat penelusuran lingkungan dan menyusun rencana kerja bersama yang dirangkum dalam RKM.

Dokumen RKM diserahkan oleh perwakilan masyarakat empat kelurahan tersebut disaksikan oleh Pemerintah Kecamatan Siantar Sitalasari, Siantar Marimbun, Siantar Utara, Siantar Timur dan Pemerintah Kota Pematangsiantar yang diwakili oleh Bappeda Kota Pematangsiantar.

“Dokumen RKM ini yang terlah disusun secara partisipatif akan bisa menjadi pedoman bagi kelurahan untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi aman serta Stop BABS untuk mempercepat deklarasi Stop BABS di setiap kelurahan” ungkap dr Fitri, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar.

Kepala Bidang Fisik Bappeda Kota Pematangsiantar, Viki Zuliansyah, menyambut baik kegiatan workshop ini karena menjadi wahana bagi perangkat lurah dan camat dapat menghimbau masyarakat mengakses air minum aman. “Lurah dan camat yang berinteraksi langsung dengan masyarakat bisa menyampaikan agar masyarakat mengakses air minum tidak hanya layak namun juga harus aman dengan melakukan uji kualitas air.”

Baca Juga :  Mahasiswa Desak Kejari Siantar Usut Tuntas Dugaan Pemalsuan Dokumen Negara yang Dilakukan Wali Kota dkk

Diharapkan usulan-usulan sebagaimana tercantum dalam RKM yang telah diserahkan dapat menjadi dokumen perencanaan pembangunan tingkat kelurahan khususnya sektor Air Minum dan Sanitasi, dan dialokasikan di dalam APBD maupun APBD P Kota Pematangsiantar (melalui Dana Kelurahan).

Masyarakat Kelurahan Bah Sorma, Marihat Jaya, Bane dan Siopat Suhu telah memberikan rekomendasi kepada pihak berkepentingan terkait untuk memperbaiki kondisi air minum dan sanitasi di wilayah mereka dalam rangka mencapai akses air minum dan sanitasi aman. Upaya ini tidak akan optimal tanpa dukungan dari masyarakat Pematangsiantar. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah ayo masyarakat yang belum berlangganan ke layanan air minum perpipaan dapat menghubungi kantor PDAM untuk berlangganan, melakukan penyedotan lumpur tinja secara berkala (3-5 tahun sekali), memiliki tangki septik kedap dan menjaga sumber air dengan stop BABS dan tidak membuang sampah ke sungai.
***

 

Bagikan :