Sekitar 7000 KK Penerima BPUM Mengendap di BRI Pematang Siantar

Keterangan Gambar : Warga siantar simalungun yang datang ke bank BRI bersama ketua formikom untuk meminta keterangan dari pihak bank
Keterangan Gambar : Warga siantar simalungun yang datang ke bank BRI bersama ketua formikom untuk meminta keterangan dari pihak bank
Bagikan :

Pematangsiantar-Kliktodaynews.com Sekitar kurang lebih tujuh ribu peserta Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) Bank BRI untuk pemulihan ekonomi Nasional gagal dibagikan oleh Bank BRI Kantor Cabang (KC) Pematang Siantar.

Peserta penerima BPUM untuk warga Pematang Siantar dan Simalungun masih mengendap dikantor Bank BRI KC Pematang Siantar Provinsi Sumatera Utara, karena Penerima BPUM tersebut tidak ada menerima notifikasi melalui sms.

“Yang menjadi permasalahannya dari sekitar 7000 kepada keluarga penerima BPUM, sebagian para nasabah tidak pernah mendapatkan pemberitahuan notifikasi via sms dari pihak bank sehingga mereka tidak mengetahui. Lumayan buat warga mendapatkan 2,4 juta”. Ujar Lipen Simanjuntak ketua LSM Formikom Sumut di KC BRI Pematang Siantar Provinsi Sumatera Utara Senin (22/02/2021)

“Data yang diperoleh penerima BPUM yang masih mengendap di BRI Pematang Siantar, datanya dari Koperasi Provinsi Sumut, makanya mereka tau kalau uang itu sudah disini tapi tidak dicairkan” sebut Lipen kepada salah satu pegawai BRI Pematang Siantar.

Lipen mewakili peserta penerima BPUM yang telah diblokir. Dirinya berharap kepada pemerintah agar ribuan data penerima BPUM yang mengendap di kantor Cababg BRI Pematang Siantar tersebut secepatnya dicairkan.

Baca Juga :  Beritakan Narkoba, Wartawan dan Ibunya Dianiaya dan Diancam


“Dicairkanlah ke peserta yang 7000 itu , karena warga sangat membutuhkannya” Pintanya.

Sementara menurut salah satu pegawai KC BRI Pematang Siantar yang tidak bersedia namanya disebutkan di media mengatakan dananya sudah masuk dan tidak diambil oleh nasabah, Karena masa pencairannya kemarin tahap ke tiga terakhir tanggal 18 February 2021

“Dananya sudah masuk tanggal 18 February kemarin. Itu pencairannya terakhir berdasarkan surat dari kementerian. Setelah surat dari kementerian otomatis kami tidak bisa melakukan pencairan. Kita tunggu saja lagi surat dari kementerian” katanya

Lanjut dia, Kalau tentang pemberitahuan ke peserta BPUM ada, nomor Handphone yang terdaftar di sistem kita bisa saja tidak masuk SMS-nya. Karena nomor yang tidak cocok, Handphonenya mati. Pemberitahuannya ada tiga kali” katanya.

Menurutnya, dana yang sudah masuk tapi tidak diambil oleh nasabah. Dana itu akan dikembalikan ke Negara. Disinggung terkait bukti dana itu dikembalikan ke Negara, KC BRI Pematang Siantar tidak miliki bukti.

“Kalau buktinya itu mungkin ada tapi di kantor pusat, karena ini kan secara kolektif. Rekening ini kan banyak berserak di seluruh Indonesia. Karena prosesnya ini pun dulu dari Jakarta bukan dari daerah daerah” sebutnya
Baca Juga :  Sempat Dikabarkan Meninggal, Seorang Pasien Reaktif Covid-19 Di RSU Djasamen Saragih Dikabarkan Sehat


Hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, Divisi SKP Kantor Pusat BRI dan Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto belum berhasil dikonfirmasi terkait mengendapnya uang para nasabah di Bank BRI khususnya warga Pematang Siantar dan Simalungun Provinsi Sumatera Utara.(TOM/KTN)

Bagikan :