Oknum TNI Diduga Aniaya Lurah Asuhan

Screenshot photo Facebook Walmaria Zaluhu
Bagikan :

PEMATANGSIANTAR – Kliktodaynews.com|| HEBOH dan viral di sosmed. Oknum anggota TNI berinisial JS, di sebut bertugas sebagai Babinsa di wilayah Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara, di duga menganiaya seorang wanita di Kelurahan Asuhan Kecamatan Siantar Timur kota Pematangsiantar.

Insiden penganiayaan yang menimpa Walmaria Zaluhu, pejabat Lurah di Kelurahan Asuhan ini viral setelah korban mengunggah video di duga saat penganiayaan sedang terjadi di akun Facebooknya “Walmaria Zaluhu”

Caption atau keterangan pada unggahan ada disebut oknum anggota TNI itu berdinas sebagai Babinsa di Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara .

Diduga, pemicu penganiayaan lantaran oknum TNI merasa keberatan dengan operasi Yustisi yang di gelar pihak kelurahan (operasi melibatkan personil gabungan TNI Polri dan stakeholder lainnya), yang menyambangi warung kelontong di rumah milik si Oknum TNI untuk menghimbau warga agar selalu mematuhi prokes.

“Merasa tidak senang dan bertindak arogan serta menganiaya saya (Lurah Asuhan) yg mengakibatkan mengucurnya darah segar dari hidung dan mulut saya. Dengan kejadian tsb. saya merasa trauma. Saya mohon keadilan atas kejadian yg menimpa saya”. Tulis korban di ujung caption unggahan yang diposting Senin (23/08/2021) lebih kurang sekitar 06.00 WIB

Baca Juga :  Warga Kel. Desa Bane Kota Siantar Mengeluhkan Buruknya Pelayanan PDAM Tirtauli

Di akun itu korban mengunggah dua (2) video berisi bagai suara perdebatan mulut dan satu (1) foto close up dirinya yang berlumur darah di bagian mulut menggunakan blus berwarna merah.

Ini caption (keterangan) yang tertulis di akun tersebut:

Kepada Yth. Bapak Presiden RI, Tim Gugus COVID-19, Panglima, KASAD, Pangdam I Bukit Barisan, Gubernur Sumut, Walikota Pematangsiantar, Bupati Tapanuli Utara.
Kronologis kejadian:
Seorang oknum Bhabinsa (JS) Pahae Julu, Kab. Tapanuli Utara yg seharusnya bekerja di wilayah Pahae Julu, Taput, tetapi malah membuat keributan di Kelurahan Asuhan, Kec. Siantar Timur, kota Pematangsiantar.

Dimana oknum tsb. merasa keberatan dgn adanya operasi YUSTISI (operasi yg melibatkan personil gabungan TNI Polri dan stakeholder lainnya) serta penerapan PPKM LEVEL 4 tepatnya pada hari Minggu, 22 Agustus, Pukul 23.00 Wib.
Petugas Satgas mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan penerapan PPKM LEVEL 4 karena JS memiliki warung kelontong di rumahnya.
Merasa tidak senang dan bertindak arogan serta menganiaya saya (Lurah Asuhan) yg mengakibatkan mengucurnya darah segar dari hidung dan mulut saya. Dengan kejadian tsb. saya merasa trauma. Saya mohon keadilan atas kejadian yg menimpa saya.

Baca Juga :  Pemko Siantar Mulai Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Walmaria Zaluhu saat dikonfirmasi melalui saluran  telepon membenarkan kejadian tersebut.

“Ia benar, tadi malam sudah saya laporkan ke Dandenpom I/ I Pematangsiantar,”ucapnya, Senin (23/8/2021) sekitar pukul 11.00 wib. (WK/KTN)

Bagikan :