SIANTAR– Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Siantar Timur bukan sekadar ritual administratif tahunan. Tetapi merupakan komitmen kolektif untuk mewujudkan Pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan di Kota Pematangsiantar.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn dalam amanat dan bimbingan tertulisnya, yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Dedy Tunasto Setiawan SH MH, saat pembukaan Musrenbang Kecamatan Siantar Timur. Musrenbang dilaksanakan di aula Kantor Camat Siantar Timur, Jalan Siatas Barita Ujung Kelurahan Tomuan, Kamis (12/02/2026) siang.
“Dengan semangat gotong royong, mari kita satukan Langkah dalam membangun Pematangsiantar yang lebih Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” ajak Wesly.
Wesly dalam arahan tertulisnya yang dibacakan Dedy menyampaikan, musrenbang kecamatan merupakan tahapan strategis dalam sistem perencanaan pembangunan daerah yang menerapkan prinsip bottom-up planning. Di mana, aspirasi masyarakat dari tingkat terbawah menjadi dasar penyusunan prioritas program dan kegiatan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Forum ini menjadi jembatan antara kebutuhan riil masyarakat dengan kemampuan anggaran daerah. Sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menyentuh hajat hidup orang banyak dan sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2023 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan daerah,” terangnya.
Sebagaimana, lanjutnya, tertuang dalam RPJMD Kota Pematangsiantar tahun 2025-2029 dengan visi “Kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras”. Pembangunan tahun 2027 difokuskan pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, dengan tema “Pemajuan Ekonomi Rakyat, Kreativitas Lokal dan Keunggulan Produk Daerah” serta arah kebijakan: pengembangan UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif berbasis budaya; digitalisasi pemasaran produk unggulan kelurahan; serta festival budaya yang ruang publik sebagai daya tarik ekonomi sosial.
