“Selama 5-15 menit guru harus bisa memberikan pelayanan rohani kepada anak didik,” tukas RE Nainggolan yang merupakan putra kelahiran Kota Pematangsiantar.
RE Nainggolan berharap Wesly bisa hadir pada pembukaan Rakernas MPK Indonesia di Tarutung.
Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Dr Mukhtar Panjaitan MPd dalam sambutannya memuji RE Nainggolan yang memberikan
perhatian kepada pendidikan Kristen di Sumut.
“Sebab sudah terjadi disparitas pendidikan Kristen di Sumut. Pendidikan Kristen harus menjadi pilar untuk kemajuan bangsa Indonesia melalui pembinaan pendidikan karakter. Pendidikan Kristen harus bisa menjembatani anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan,” kata Mukhtar seraya menambahkan pihaknya mendukung kegiatan Rakernas MPK Indonesia.
“Semoga MPK Wilayah Sumut-Aceh menjadi contoh bagi MPK provinsi lain,” sambungnya.
Mukhtar juga mengucapkan terima kasih kepada Wesly dan Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi. Ia mendoakan keduanya tetap sehat.
Sementara itu, Bishop Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Pdt Dr Humala Lumbantobing MTh mengatakan, perguruan Kristen harus melakukan evaluasi dan refleksi. Apalagi banyak pergumulan yang dialami sekolah Kristen, termasuk rekrutmen siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt Humala mengaku siap dukung kepemimpinan Wesly sebagai Wali Kota Pematangsiantar. Ia juga mengatakan pihaknya siap mendukung Rakernas MPK Indonesia.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi dalam sambutannya mengatakan Pematangsiantar merupakan Kota Toleran ke-5 di Indonesia.
