Heboh BBM Naik Rp 17.000 per Liter, Pertamina: Itu Hoaks!

Antrian sepeda motor di SPBU
Bagikan :

JAKARTA– Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga Rp 17.000 per liter yang beredar di media sosial X dipastikan tidak benar.

PT Pertamina (Persero)⁠� menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari pihak perusahaan dan hingga kini belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM per 1 April 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut bahwa informasi proyeksi kenaikan harga yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.

Baron menegaskan, masyarakat dapat memperoleh informasi resmi terkait harga BBM melalui saluran resmi perusahaan.

“Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi. Pertamina juga mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” tutupnya.

Sebagai informasi, Pertamina memproduksi BBM nonsubsidi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Pertamina Dex (CN 53), dan Dexlite (CN 51).

Sementara itu, BBM subsidi yakni Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Solar (Biosolar) Rp 6.800 per liter.

Laode juga memastikan ketersediaan BBM maupun LPG dalam kondisi aman dan memadai. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Bagikan :