SIANTAR – Masyarakat Kota Pematangsiantar dibuat bingung dengan perbedaan harga daging babi yang dijual di pasar tradisional dan di pinggir jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga daging babi di pasar berkisar Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, di sejumlah titik penjualan di pinggir jalan yang berada di sekitaran simpang SKI harga yang ditawarkan jauh lebih murah, yakni sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
Perbedaan harga yang cukup mencolok ini pun menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
“Heran juga, kenapa bisa beda jauh begitu. Kalau kualitasnya sama, tentu orang lebih pilih yang murah,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya mengaku mulai ragu terhadap kualitas daging yang dijual di pinggir jalan, meski harganya lebih terjangkau.
“Kalau murah sekali, jadi curiga juga. Takutnya kualitasnya berbeda atau tidak layak konsumsi,” katanya.
Sejumlah pedagang di pasar menyebutkan bahwa harga yang mereka jual sudah menyesuaikan dengan biaya operasional, distribusi, serta kualitas daging yang dijamin segar dan layak konsumsi.
Sementara itu, pedagang di pinggir jalan belum memberikan penjelasan pasti terkait perbedaan harga tersebut.
Kondisi ini membuat masyarakat berharap adanya penjelasan dari pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan standar harga dan kualitas daging yang beredar di pasaran tetap terjaga.
Selain itu, pengawasan juga dinilai penting guna melindungi konsumen dari potensi peredaran daging yang tidak memenuhi standar kesehatan.
