SIANTAR– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar prihatin dan mengecam tindakan asusila yang dialami siswa salah satu SMP di Kota Pematangsiantar. Apalagi, video rekaman dugaan asusila itu telah beredar di media sosial (medsos). Dinas Pendidikan meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut.
Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar melalui Sekretaris Dinas Drs Risbon Sinaga MM, mengatakan peristiwa yang menyangkut keselamatan, martabat, dan masa depan anak merupakan hal yang sangat serius, serta tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apapun.
Risbon juga menegaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku dalam video yang beredar bukan merupakan guru maupun tenaga pendidik, dan tidak memiliki keterkaitan dengan satuan pendidikan. Pelaku diduga merupakan orang yang tidak dikenal.
Sebagai langkah cepat dan responsif, Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar telah mengundang pihak sekolah serta orang tua korban untuk menghadiri pertemuan, Jumat (06/03/2026).
“Tujuannya, guna memperoleh informasi yang utuh serta klarifikasi secara langsung terkait kejadian tersebut,” kata Risbon.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari hasil pertemuan tersebut, diduga korban berada dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar saat kejadian. Juga korban diduga berada di bawah pengaruh atau manipulasi pelaku.
“Sehingga peristiwa tersebut bukan terjadi atas kesadaran korban,” sebutnya.
Namun, lanjut Risbon, kepastiannya tetap menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian. Sebab, pihaknya juga memeroleh informasi bahwa orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Simalungun.
