Viral Bocah Perempuan 4 Tahun di Sumut Diberi Infus Kadaluwarsa saat Dirawat di Rumah Sakit

Ilustrasi cairan infus (PEXEL.com/Anna Shvets)
Bagikan :

LABUSEL – Kliktodaynews.com|| Viral di media sosial video bocah perempuan A (4) diduga diberi infus kedaluarsa.Tampak dalam video seorang anak perempuan sedang terbaring di tempat tidur pasien berwarna biru.Tangannya diberi infus.

Terdengar juga suara ibu balita A yang merekam video. Disebutkan lokasi kejadian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara

Dia memprotes kepada perawat yang tengah mengganti botol infus karena anaknya diberi cairan infus yang sudah lewat masa berlakunya alias kedaluwarsa.

Pada botol infus tertulis, masa berlaku infus itu pada Mei 2021. “Keluarga tak terima. Infus itu kedaluwarsa sudah dua bulan,” kata paman pasien, Adam Tarigan melalui sambungan telepon, Kamis (29/7/2021).

Balita A sendiri masuk ke rumah sakit itu dengan diagnosa demam berdarah dengue. Dia dirujuk ke rumah sakit setelah sebelumnya diperiksa oleh dokter spesialis di Rantauprapat. Senin malam, bocah berusia lima tahun itu masuk rumah sakit.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan diobservasi, A kemudian ditempatkan di salah satu ruangan. Perawat kemudian memberinya infus.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Way Kanan Terima Hibah Bangunan Pura Sudha Citta dari Ketua PHDI Bahuga

Mulanya, keluarga tidak terlalu memperhatikan detil botol infus yang diberikan. Barulah pada Selasa pagi, saat ibu pasien hendak mengganti popok A, dia melihat tulisan pada botol itu.

“Ternyata sudah kedaluwarsa. Terus perawat dipanggil. Ditanya kenapa ini,” ungkap Adam.

Perawat berdalih stok habis, tapi usai ditegur diganti yang baru

Berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari keluarga, saat itu sang perawat bilang bahwa apotek di wilayah itu bukanya selalu lama sehingga mereka terpaksa menggunakan stok yang masih ada di gudang.
“Anehnya, pas sudah ditegur ibunya, perawat ganti botol infus pakai yang baru. Ternyata ada yang belum kedaluwarsa,” ungkapnya.

Tak terima dengan pelayanan rumah sakit yang dinilai merugikan dan membahayakan keselamatan anak itu, pihak keluarga melapor ke polisi. “Kami melapor bukan hanya karena tak terima, tetapi agar rumah sakit juga bisa memperbaiki pelayanan mereka,” pungkas Adam.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan laporan itu. Dia menyebut, saat ini pihaknya tengah menyelidiki kasus itu.

Baca Juga :  Pesantren RI-1 Banser NU Bagana, Turun Langsung Membantu Korban Bencana Banjir

“Masih diselidiki,” katanya. Dia mengungkapkan, sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan oleh polisi.

Namun Deni enggan membeberkan lebih jauh soal perkembangan penanganan kasus ini. Dia berdalih, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. “Sudah ada yang diperiksa. Sabar dulu ya. Kita masih lidik,” pungkasnya.

Sumber : kompas.com

 

Bagikan :