Sebanyak 1.000 unit hunian tetap (Huntap) mulai dibangun untuk korban banjir dan longsor.
Sementara itu, hunian sementara (Huntara) telah difungsikan sejak 5 Februari 2026 untuk warga terdampak di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Pusat Huntara berada di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan.
Warga kini menempati hunian sementara tersebut sembari menunggu rampungnya pembangunan hunian tetap oleh pemerintah.
3. Gelontorkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
Komitmen pemulihan diperkuat dengan pengalokasian anggaran sebesar Rp430 miliar. Dana tersebut difokuskan pada lima sektor prioritas.
Alokasi terbesar berada pada sektor infrastruktur sebesar Rp275 miliar, mencakup perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, sumber daya air, serta rehabilitasi rumah warga.
Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk:
Komunikasi dan informatika: Rp1,68 miliar
Pendidikan: Rp36,8 miliar
Kesehatan: Rp6,9 miliar
Bantuan keuangan kepada pemerintah daerah: Rp110 miliar
“Kita akan melakukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana. Bidang pendidikan kita bagi dua, untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah bencana,” ujar Bobby dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sumut, Januari 2026.
4. Pendidikan Gratis bagi Siswa Terdampak
Di sektor pendidikan, Bobby Nasution menetapkan kebijakan pembebasan biaya sekolah bagi siswa SMA/SMK hingga SLB di wilayah terdampak banjir dan longsor untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Program ini didukung anggaran Rp22 miliar dan menjadi bentuk perlindungan sosial agar anak-anak korban bencana tetap memperoleh akses pendidikan tanpa hambatan biaya.
