Pemkab Samosir Gandeng Kementerian PUPR dan Pemprovsu Bangun Pamsimas dan Sanimas

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Samosir Kamis 23 September 2021.
Bagikan :

SAMOSIR – Kliktodaynews.com|| Walau dimasa pandemi, namun Pemkab Samosir tidak tinggal diam untuk terus berupaya melakukan pembangunan fisik guna perbaikan fasilitas ditengah masyarakat Samosir.

Termasuk Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang juga menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.

“Benar, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) dan untuk Samosir pihak kementerian akan melakukan pemasangan di 5 titik dan Sanimas 5 titik,” terang Vandiko Gultom.

Sanimas merupakan singkatan dari program Sanitasi Berbasis Masyarakat. Program ini merupakan program peningkatan kualitas lingkungan di bidang sanitasi khususnya pengelolaan air limbah yang diperuntukkan bagi kawasan padat kumuh miskin perkotaan dengan menerapkan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

Lebih lanjut Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyatakan untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), Samosir mendapatkan pembangunan di 50 Titik dan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW)  ada 9 Titik ( di 9 Kecamatan Kabupaten Samosir) serta Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sebanyak 5 Titik.

Baca Juga :  Kepolisian Mengecap Berita Terkonfirmasi Sebagai Hoaks Adalah Perbuatan Membungkam Kebebasan Pers

“P3TGAI merupakan pekerjaan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif yang melibatkan masyarakat untuk mendukung kedaulatan pangan,” jelas Vandiko Gultom.

Diharapkan dalam program ini Petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara musim tanam dan panen.

“Bahkan sanitasi untuk pendidikan yang bersifat keagamaan, Samosir dapat di 10 titik,” tambah Vandiko Gultom.

Bahkan untuk mendukung 45 desa wisata di Samosir, Kementerian PUPR telah selesai melakukan telaah berbagai prsarana desa wisata untuk menunjang ekonomi desa dan mendapat persetujuan dari Kementerian PUPR pada tahun anggaran 2022.

“Untuk tempat Tempat Pembuangan Sampah 3R, Samosir mendapatkan di 5 titik,” jelas Vandiko Gultom.

Sistem Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan wisata merupakan sistem pengelolaan dan teknologi pengolahan sampah sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak yang ditimbulkannya, khususnya di kawasan wisata. (AS/KTN)

Bagikan :