Pelaku Bisnis Hiburan dan Wisata di Samosir Gelar Aksi, Kadis Disbudpora: Klaster Pesta Picu Kasus Covid Naik

Kepala Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga, Wasto Simbolon
Bagikan :

SAMOSIR – Kliktodaynews.com|| Kepala Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga menyoroti pelaksanaan pesta suka dan duka di Samosir yang masih tidak mematuhi Prokes seperti  ditetapkan oleh Satgas Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kadis Budpora Waston Simbolon ketika menyampaikan tanggapan atas Aksi Demonstrasi Pelaku Bisnis Hiburan dan Wisata Samosir di Aula Pertemuan DPRD Samosir, Rabu (15/9/ 2021), Parbaba, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir

“Kegiatan pesta adalah Cluster paling berbahaya untuk penyebaran Covid-19, dan bisa memicu peningkatan kasus Covid-19 di Samosir. Dimana sebelumnya kami sudah menghimbau untuk mematuhi prokes didalam setiap kegiatan pesta namun tidak dilaksanakan,”ujar Waston Simbolon.

Menurutnya, pihaknya sudah menyampaikan ulos maksimal hanya 5 lembar saja tapi tetap tidak dilaksanakan.

“Malah tetap berpelukan ketika mangulosi, dan kita sayangkan para pemusik dalam bisnis ini tidak mengingatkan yang berpesta” pungkas Waston Simbolon.

Sebelumnya para Pelaku bisnis hiburan dan wisata melakukan aksi demonstrasi dan mengeruduk Kantor Bupati dan DPRD Samosir pada Rabu, (15/9/2021).

Aksi unjuk rasa terkait persoalan perekonomian yang semakin sulit karena situasi Covid-19 yang dialami para pelaku bisnis hiburan dan wisata di Samosir.

Baca Juga :  Prediksi, Nama 561 Anggota DPR Terpilih 2019-2024

Adapun tuntutan resmi Pelaku Bisnis Hiburan dan Wisata di Samosir adalah sebagai berikut:

1. Pemerintah harus bertanggungjawab atas nasib kami selama hampir 2 tahun akibat
Covid 19 ini karena Profesi kami tidak pernah mendapat bantuan apapun dari
pemerintah, sementara lapangan pekerjaan kami di tutup dan di jaga ketat).

2. Kami memohon kepada Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat agar dalam
pengalokasian Anggaran sedikit berpihak kepada kami Masyarakat terdampak Covid 19
ini.

3. Atas Kebijakan penerapan aturan PPKM, kami melihat banyak ketidak adilan di lapangan, di
sebahagian daerah Samosir bisa mengadakan Pesta dan menggunakan full alat musik
sementara di tempat lain Peraturan sangat ketat, bahkan sampai ada yang bongkar-
bongkar tenda dan Sound Sistem.

4. Kami tidak menolak aturan dan ketetapan
Pemerintah Kab.Samosir tetapi kami minta perlakuan yang adil dan tidak diskriminatif.

Dalam penyambutan aksi demo di DPRD Samosir turut hadir juga kadis pariwisata Dumosc Pandiangan,kadis
Budpora waston Simbolon,kadis Kesbangpol Agustianto Sitinjak,polres Samosir yang diwakili Kapolsek Pangururan AKP Banuara Manurung ,SH.,dan kasat pol PP sahat
Situmeang. (AS/KTN)

Baca Juga :  Pasang Lampu Hias Jalan, Remaja 18 Tahun Tewas Kesetrum

 

Bagikan :