Ormas PBB dan Gempa Bentrok di Bekasi, Dua Orang Luka-luka

Ilustrasi gambar
Ilustrasi gambar
Bagikan :

BEKASI – Kliktodaynews.com Dua kelompok organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kota Bekasi terlibat bentrok di wilayah Narogong, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (9/6/2021) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Mereka yang terlibat bentrok adalah Ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) dan Gerakan Masyarakat Aqidah (GEMPA). Diduga pertikaian dipicu masalah utang piutang .

Dilansir dari metro.sindonews.com, Wakapolrestro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan itu berawal dari utang piutang. Saudari Ika kepada koperasi yang mungkin dimiliki perorangan atau dimiliki PBB.

Awalnya Ika meminjam uang Rp3,5 juta kepada koperasi. Namun, dia mendapatkan potongan sebesar Rp300 ribu sehingga hanya mengantongi Rp3,2 juta. Dia juga diminta membayar cicilan Rp700 ribu yang diangsur sebanyak 7 kali sehingga total harus membayar Rp4,9 juta.

”Ya hasil dari pengakuan sementara Ika. Sehingga, dia merasa kesulitan melunasi akhirnya minta bantuan ormas GEMPA,” ucapnya.

Kedua kubu kemudian bertemu untuk menyelesaikan masalah di Narogong, Rawalumbu. Namun, tak ditemukan kata sepakat dan bahkan terjadi bentrok yang berujung penganiayaan terhadap 3 anggota PBB.

Baca Juga :  Berlaku Mulai 1 April, Inilah Edaran Terbaru Satgas COVID-19 tentang Perjalanan Dalam Negeri


Kubu PBB kemudian melaporkan kejadian ke Mapolrestro Bekasi Kota dan datang secara bergerombol. Tak lama kemudian, kubu GEMPA juga mendatangi Mapolrestro Bekasi Kota untuk menyelesaikan masalah. Situasi sempat berlangsung tidak kondusif lantaran dua kubu saling adu mulut dan aksi saling dorong pun terjadi.

”Sebenarnya GEMPA ke polres mau mediasi untuk penyelesaiaan masalah, PBB ke polres mau melapor kejadian tersebut (penganiayaan). Ternyata di situ (polres) sudah terjadi massa terjadilah kecekcokan, salah paham itu yang terjadi,” kata Alfian.

Polisi terpaksa membubarkan kerumunan massa yang masih bertahan hingga pukul 04.00 WIB. (RED/KTN)

Bagikan :