Keberadaan Pekerja Proyek Penguat Jaringan Seluler di Umpu Bhakti Mengkhawatirkan, Kepala Kampung: “Belum ada Izin Sama Sekali”

Lokasi rumah kontrakan para pekerja tinggal.
Bagikan :

WAYKANAN – Kliktodaynews.com|| Proyek pekerjaan penguat jaringan seluler bertempat di Kampung Umpu Bakti, Kecamatan Belambangan, Kabupaten Waykanan, diduga asal selonong. Pasalnya Pimpinan serta Pekerja bertempat disalah satu rumah warga Tanpa Izin atau tidak melapor kepada Aparat Kampung. Senin (04/10/2021)

Menurut Edi pemilik rumah kontrakan untuk tempat tinggal para pekerja  mengatakan kalau semua sudah di laporkan atau meminta izin kepada Aparatur Kampung. Baik dari RT, Kepala Dusun, dan juga Kepala Kampung.

“Semua sudah saya laporkan kepada pihak Aparatur Kampung, mulai dari RT, Kadus, dan juga Kepala Kampung. Kalau masalah yang lain silahkan tanya saja sama pekerjanya.” Katanya

Ditempat yang sama beberapa para pekerja saat dikonfirmasi mengatakan kalau nama PT proyek itu tidak tahu, bahkan nama Pimpinan merekapun mereka tidak tahu.

“Kami disini cuma bekerja, terkait pimpinan kami sendiri, kami tidak tahu. Apalagi nama PT perusahaan tempat kami bekerja ini.” ungkap para pekerja kepada wartawan.

“Namun kami cuma mengetahui kalau pengawas pekerjaan ini ada ( F ), beliau salah satu oknum Anggota Kodim 0427 Belambangan.” Imbuhnya.

Baca Juga :  Beredar Seruan Aksi Unjuk Rasa Tanggal 24 Juli, Polri Imbau Masyarakat Tidak Terhasut Ajakan

Sementara itu, salah satu Aparatur Kampung mengatakan, mereka belum ada laporan atau meminta izin kepada kami sama sekali.

“Hampir 2 Minggu para pekerja itu berada disini, tetapi mereka belum ada yang datang melapor kepada kami. Sementara kami khawatir, kalau sampai ada apa-apa atau barang mereka hilang dan terjadi hal yang tidak diinginkan kami pasti akan dilibatkan. Sementara mereka sendiri belum ada laporan atau meminta izin tinggal kepada kami.” Ucapnya

Menurut Eva selaku Kepala Kampung juga mengatakan hal yang sama dengan apa yang telah disampaikan oleh Aparaturnya.

“Benar sekali, mereka belum meminta izin kepada Kami selaku Aparat Kampung. Bahkan Kami sudah pernah mengirimkan surat somasi pemanggilan supaya mereka bisa datang untuk melapor. Namun belum juga ada yang datang sampai sekarang ini.” Terangnya

Masih dilanjutkannya, “Hari ini juga Aparatur Kampung sudah memanggil Pelaksana Proyek atau Pengawas Proyek tersebut. Namun kami mendapat informasi kalau pengawas pekerjaan tersebut malah kecelakaan, entah itu benar kecelakaan atau cuma alasan saja.” Ucapnya

Baca Juga :  Sarat Dugaan Suap dan KKN, GEPSIS Laporkan Seleksi PPLP Provsu

“Saya berharap itu cuma alasan mereka saja.” Pungkas Eva (SUIN/KTN)

Bagikan :