Aktifis Sumut Immanuel Damanik Minta Poldasu Penjarakan Ketua FPI Deli Serdang

Bagikan :

Jakarta-Kliktodaynews.com Terkait tidakan sweeping dibarengi dengan kekerasan terhadap salah satu warung milik Ibu Ramliah Manullang (47) yang dilakukan oleh Ketua FPI Batang Kuis Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang, Selasa (28/4/2020) sekira pukul 17.40 wib mantan Aktifis Sumatera Utara Immanual Damanik berkomentar agar menangkap ketua FPI Batang Kuis dan membubarkan organisasi yang tidak berazaskan pancasila tersebut.

Hal ini dikatakannya, Jumat (1/5/2020) kepada Kliktodaynews.com “saya menyanyangkan tindakan beberapa oknum mengatasnamakan organisasi agama, dimasa bulan suci ramadhan ini, namun kelakuannya sama seperti orang tidak beragama. kalau mereka mengakui negara melapor itu ke penegak hukum, ada polisi. bukan bertindak seenaknya saja tanpa menghiraukan Trias Politika di negeri ini. itu alasan saya mengatakan ini adalah manusia tidak taat pancasila dan bukan berazaskan pancasila dan harus dibubarkan dari negeri Bhineka tunggal ika ini,” ucapnya kesal.

Pertemuan Forum Lintas Agama Sumatera Utara yang difasilitasi Kapolda Sumatera Utara, menurutnya silahkan saja tapi bukan semata-mata persoalan selesai. “damai silahkan, tapi proses Hukum harus berjalan, itu sudah kategori kekerasan terhadap perempuan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pesan Damai Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar dari UEA


Suasana kerukunan Umat bergama sudah lama terjadi di Propinsi Sumatera Utara. sehingga perlu tetap dijaga suasananya, namun, kejadian yang baru terjadi tersebut membuat banyak gejolak, ditambah lagi yang melakukan adalah bagian organisasi yang ketuanya boronan hingga kini di luar negeri.

“saya meminta Kapoldasu silahkan jaga kerukunan uman beragama lewat kedamaian, tapi penjarakan oknum tersebut dan bubarkan organisasi FPI,”katanya.

Sebelumnya, sebuah warung milik seorang ibu diduga menjual tuak di tutup paksa dengan cara melakukan pengrusakan dan tindakan kekerasan terhadap pemilik warung dan mengundang reaksi gejolak khususnya suku batak di Indonesia. kini proses hukum berjalan namun, warga minta tetap pelaku dihukum sesuai perundang-udangan yang berlaku.(RED/KTN)

Bagikan :