8 Pimpinan SKPD Penyumbang Silpa 175 Miliar Terancam Digusur 

Bagikan :

TANAH KARO – Kliktodaynews.com|| Tidak terserapnya anggaran Rp. 175 Miliar tahun anggaran 2020 menimbulkan banyak tafsiran dikalangan pemerhati pembangunan kabupaten karo. Salah satunya dari organisasi kewartawanan Korp Wartawan Senior (Koswari) , Pelita Monal Ginting ,SPd yang merupakan sekretaris dari organisasi tersebut.

” Terjadinya kegagalan penyerapan anggaran di ahir tahun anggaran tidak terlepas dari kurang mampunya SKPD membuat perencanan matang sebelum dilakukan pengusulun untuk dilakukan pengesahan anggaran tersebut oleh pihak legeslatif. Apalagi Pimpinan disuatu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ,tidak bisa mempertanggung jawabkan pelaksanaan kegiatan berdasarkan realisasi kegiatan , Pimpinan seperti ini sangat layak sekali untuk di Gusur kedudukannya sebagai pimpinan OPD,” kata Sekretaris Koswari , Minggu (8/8/2021) di Kabanjahe kepada sejumlah media.

Hal senada juga disampaikan sekretaris Persadaan Jurnalis Tanah Karo (PJTK) , Marko S Keloko, SH mengatakan kegagalan penyerapan anggaran yang jumlahnya Rp.175 Miliar itu,dapat memicu multi tafsir dalam penunjukan pimpinan SKPD oleh Bupati dan wakil Bupati terdahulu yang pemilihannya bukan berdasarkan kemampuan atau kwalitas.

Baca Juga :  Kartu Pra Kerja Dimulai 9 April, Aggaran Mencapai 20 Trilliun

” Kegagalan penyerapan anggaran ini sangat disayangkan. Apalagi saat ini kita sedang berjuang mengalahkan keganasan penyebaran covid 19 yang sudah merusak tatanan perekonomian kita, Andai kata anggaran yang jumlahnya sangat pantastis itu terserap secara utuh, terwujud dalam bentuk pisik yang akan membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit itu . Pastinya pertumbuhan ekonomi akan berjalan dengan baik, sekaligus masyarakat karo akan dapat menikmati pembangunan itu, “ujar ms ,keloko .

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Edy Surianta Surbakti ,M .Pd yang konfirmasi melalui pesan WhatsApp karena diketahui salah satu penyumbang Silpa tahun anggaran 2020 yang jumlahnya mencapai RP, 38 miliar itu , tidak bersedia memberikan keterangan apa penyebab terjadinya silpa di dinas yang dia pimpin itu. WA wartawan hanya dibaca dan tidak ada jawaban hingga Minggu, (8/8/2020). (LIN/KTN)

Bagikan :