Tergeletak Di Jalan Dikira Terpapar Covid-19, Dilarikan Ke Rumah Sakit, Ketika Siuman Maki-Maki Petugas

Warga Berastagi sempat heboh dan ketakutan dan atas adanya seorang perempuan muda yang tergeletak di atas trotoar jalan Perwira Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo
Warga Berastagi sempat heboh dan ketakutan dan atas adanya seorang perempuan muda yang tergeletak di atas trotoar jalan Perwira Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo
Bagikan :

Tanah karo-Kliktodaynews.com Diduga terpapar Virus Corona Disease , Warga Berastagi sempat heboh dan ketakutan dan atas adanya seorang perempuan muda yang tergeletak di atas trotoar jalan Perwira Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo karena Orang tersebut takut diduga terpapar Virus Corona Disease (Covid-19) sehingga tak ada yang berani mendekatinya pada Selasa (31/03) 2020 sekira pukul 09.30 WIB.

Awalnya yang melapor ke kita pihak Kepolisian dan dengan sigap kita menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sederhana untuk memboyong pasien ke Puskesmas Berastagi, guna kita lakukan pemeriksaan, begitu di cek secara medis, tidak ditemukan gejala ataupun hal hal yang mencurigai pada tubuh ataupun fisik wanita (Pasien) tersebut.

Begitu sudah agak sadar si perempuan (korban) tersebut mulai ngoceh dan mengusir siapa saja yang melihat perempuan tersebut ke ruang UGD, dengan mengeluarkan bahasa kotor dan memaki maki orang orang yang melihatnya, termasuk Saya dan Camat Berastagi, pihak personil Polsekta Berastagi juga terkena imbasnya,”terang dr. Rahmenda Sembiring MKM selaku Kepala Puskesmas Berastagi ini.

Baca Juga :  Pemkab KARO Melaksanakan SIMULASI SISTEM COMPUTER ASISSTED TEST (CAT) Pnerimaan Calon Pegawai Negri Sipil


Diterangkan dr Rahmenda Sembiring MKM saat di tanya identitas dan darimana, perempuan tersebut mengatakan kalau dia bernama Anggita berusia 15 tahun dan asalnya dari Pancur Batu, begitu ditanya lebih jauh perempuan tersebut mengatakan ada 3 daerah asalnya lagi, yakni Laubaleng, Namo Rambe dan dari Berastagi, sehingga kita bingung, dan sempat beliau menuturkan hal hal yang ngelantur sembari terus marah marah ke siapa saja yang ajak bicara, “ujar Dokter Rahmenda.

Sesuai penuturan perempuan (Pasien) tersebut kalau dia memiliki saudara kembar dan dibedakan oleh orang tuanya, artinya kasih sayang terhadap anak tersebut tidak adil, begitu lah kira kira menurut Pasien ini. Namun kita melihat gelagat Pasien tersebut mungkin dia ini depresi berat, “kata dokter Rahmenda Sembiring MKM saat di tanya di ruang kantor nya. Atas kejadian tersebut pihak Camat Berastagi Mirton Ketaren S.Sos berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Karo guna membantu pasien tersebut untuk di bawa ke Dinas Sosial Kabanjahe,dan usai koordinasi dengan pihak Dinas Sosial sekira pukul 11.30 WIB, Mobil Dinas Sosial Kabupaten Karo tiba di Puskesmas Berastagi dan membawa pasien tersebut guna proses selanjutnya. (LIN/KTN)
Baca Juga :  Laka Lantas di Jalinsum Medan-Kabanjahe Satu Tewas

Bagikan :