Brimob Gadungan di Berau Tipu 9 Wanita, Salah Satu Korbannya Dalam Kondisi Hamil

Bagikan :

BERAU – Kliktodaynews.com|| Seorang pria anggota polisi gadungan mengaku Brimob, AS (34) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) ternyata sudah menipu 9 wanita. Dari 9 korbannya, 1 di antaranya dilaporkan hamil.

“Dari pengakuan pelaku, pacarnya atau korban ada 9 orang. 3 di antaranya berada di luar daerah dan berhubungan hanya via telepon. Sementara yang ada ada di Berau ada 6 korban. 1 di antaranya kondisi hamil,” ungkap Kasat Reskrim Polres Berau AKP Ferry Putra Samodra.

Ferry mengatakan AS mengakui perbuatannya dengan mengaku sebagai anggota Brimob kepada korbannya yang dikenal di media sosial (medsos). Setelah berhasil mengelabuhi calon korbannya, AS kemudian menjadikannya sebagai kekasih dan memeras korban berupa uang untuk keperluan sendiri.

Usia korban AS disebutkan bervariasi. Tidak hanya wanita lajang tetapi juga menyasar wanita yang sudah berumah tangga.

AS ditangkap setelah polisi mendapat laporan mengenai aksi penipuan dengan mengaku sebagai anggota Brimob. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan menangkap pelaku.

“Saat kami telusuri, dan mendapatkan lokasi pelaku, anggota langsung melakukan pengejaran,” kata Ferry.

Baca Juga :  Dari Titik Nol Kilometer, Presiden Menuju Tempat Bermalam di IKN

Atas tindakannya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 378, Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan total ancaman paling lama 8 tahun kurungan penjara.

Diberitakan sebelumnya, AS ditangkap karena menjadi polisi gadungan di Kabupaten Berau, Kaltim. Aksi tipu-tipunya terbongkar setelah korbannya mencari keberadaan AS di satuan tugas yang diakuinya.

“Wanita (korban) itu datang ke kami, lantaran pelaku yang mengaku kekasihnya menghilang tak ada kabar sejak tiga hari lalu. Kepada wanita pelaku mengatakan merupakan anggota Brimob. Sehingga ia datang mencari tahu keberadaan pelaku,” kata Danki Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Kaltim Iptu Junaidi.

Junaidi kemudian mencari kebenaran tentang keanggotaan personel Brimob di wilayahnya tersebut. Bahkan pihaknya mencari tahu keberadaan AS hingga ke Brimob Polda Kaltim di Balikpapan namun nama pelaku tidak tercantum sebagai personel Brimob.

“Sempat dikira pelaku merupakan anggota desersi. Namun, saat dicek dan dilihatkan foto-foto pelaku oleh korban kepada kami, ternyata pelaku memang tidak terdaftar sebagai anggota Brimob,” tuturnya. (**/KTN)

Bagikan :