Petani Sayur Bengkayang Menjerit Harga Pupuk Dan Obat Meroket

Bagikan :

Bengkayang kalbar-kliktodaynews.com

Lagi-lagi petani sayur berteriak dan merugi akibat harga pupuk terlalu mahal dipasaran. Para petani sayur yang ada di Kabupaten Bengkayang mengeluhkan harga pupuk yang meroket sehingga membuat hasil panen tidak berimbang.

Salah satu petani sayur Rudi(45) pada kamis (11/11/2021) mengeluhkan nasibnya mengatakan hasil panen bulan ini merasa rugi akibat harga pupuk dan obat meroket, dia mengeluhkan jika harga pupuk dan obat tetap tinggi harganya maka sudah pasti semua petani sayur yang ada di kec 17 gulung tikar, untuk saat ini kami tanam Tomat, Buncis, Loba, Kacang Panjang, Terong, Timun, Gambas, Cabe dan Padi. Katanya.

Ia menambahkan, bahwa sebelumnya sudah mendatangi bosnya untuk menanyakan penyebab harga begitu rendah, penjelasan bosnya karena saat ini tomat di datangkan dari pulau jawa sehingga mempengaruhi harga tomat, jadi tidak seimbang antara biaya tanam dan harga jual saat panen, hampir 100% harga pupuk dan obat naik. Ujarnya

Dengan adanya petani lokal khususnya yang tanam tomat dan berapa jenis sayur merasa di rugikan, akibat harga anjlok. Diharapkan Dinas Pertanian dan perkebunan kabupaten bengkayang sudah seharusnya turun lapangan untuk mengkroscek harga pupuk dan obat yang meroket.

Baca Juga :  DPC GSBI Kalimantan Barat Gelar Silahturami Sesama Anggota

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk melayani para petani sayur lokal, setelah berita ini diturunkan sudah harus turun kelapangan untuk melakukan sidak ke pasar-pasar yang di duga mempermainkan harga pupuk dan obat.

Reporter : Heru

Bagikan :