Refleksi Diri Dengan Dzikir Dan Muhasabah Diakhir Tahun 2019 Menuju Revolusi Awal Tahun 2020

Pembina pesantren RI-1 Hb.Abu djibril basyaiban
Pembina pesantren RI-1 Hb.Abu djibril basyaiban
Bagikan :

Jakarta-Kliktodaynews.com Pembina pesantren RI-1 Hb.Abu djibril basyaiban menuturkan tentang tahun baru,Tahun baru menurut Hb.Abu djibril basyaiban adalah tempat dimana kita untuk evaluasi diri muhasabah introspeksi,bukan tambah jauh dari ajaran salafussholihin karna pada hakikatnya tahunnya yang baru akan tetapi umur kita semakin berkurang apakah di dalam setahun diri kita sudah banyak berbuat yang terbaik buat masa depan dunia akhirat ataukah dalam setahun kita termasuk orang yang bangkrut sama sekali tidak mempunyai amalan yang baik sebagaimana yang pernah di tanyakan oleh baginda nabi besar muhammad saw kepada para sahabatnya, beliau Rosululloh SAW bertanya ” Wahai sahabat-sahabatku, menurut kalian, siapakah orang yang mengalami bangkrut (al-muflis) di antara umatku?” tanya Rosululloh SAW.

Para sahabat menjawab “Wahai Rosululloh orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya lagi sepeserpun dirham dan harta benda rosululloh bersabda “Wahai sahabat-sahabatku Orang yang mengalami kebangkrutan dari kalangan umatku adalah orang yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat, Namun pada saat yang sama dia juga memikul dosa dari mencaci orang lain menuduh orang berzina memandang orang lain hina, dan memukul orang lain (ketika masih hidup di dunia)

Baca Juga :  Keluarkan Album Terbaru, NAHANSON TRIO Berkarya di Masa Pandemi


Akibatnya, sebagian pahala kebaikannya diberikan kepada orang tersebut,Sebagian lagi kepada orang yang lainnya yang pernah di dholimi Dan ketika kebaikan-kebaikannya telah habis, sebelum dia dapat melunasi kesalahan-kesalahannya, maka kesalahan-kesalahan orang-orang itu diambil untuk kemudian ditimpakan kepada orang tadi. Maka dia pun dihempaskan ke dalam neraka.

Betapa meruginya orang-orang yang lalai dari menjaga perasaan dan kehormatan orang lain. Mereka lupa bahwa sekecil apa pun perbuatan akan dicatat dan dimintai pertanggungjawabannya kelak di hadapan Alloh SWT,naudzu billahi min dzalik,hb.ab djibril basyaiban juga menambahkan dalam pandangan islam kehidupan di dunia pada hakikatnya adalah ladang kesempatan yang luas untuk terus memperbaiki diri, baik dalam hubungan vertikal yakni ketundukan kepatuhan kepada Alloh Swt maupun hubungan horizontal seperti memelihara silaturahmi dan kerukunan sosial antar sesama manusia,hb.abu djibril basyaiban selaku pembina pesantren RI-1 juga menyebutkan hadit hadits. Selain itu, hadits lainnya berbunyi, “Takutlah kalian terhadap kedjhaliman. Sesungguhnya, kedhaliman itu menjadi kegelapan-kegelapan di Hari Kiamat.” Semoga kita terjaga dari keadaan merugi di Hari Perhitungan kelak,dan semoga kita semua termasuk orang orang yang beruntung di dunia dan akhirat di ampuni segala salah dan dosa di mudahkan segala urusannya di jauhkan dari segala keburukan di berikan anak anak yang sholeh sholichah oleh Alloh SWT, di murahkan rizki di berikan keluarga sakinah mawaddah warohmah di jadikan manusia yang husnul khotimah di kumpulkan kelak bersama nabi muhammad saw amin amin ya robbal alamin ( FPRN/KTN)
Bagikan :