Mumpung di Rumah Aja, Kenali Ciri Baterai Keyless pada Mobil Mulai Soak

Bagikan :

Jakarta-Kliktodaynews.com Kebanyakan mobil baru saat ini sudah dilengkapi dengan fitur keyamanan tanpa anak kunci, alias keyless entry. Dengan demikian, membuka pintu sampai menyalakan mesin tak lagi direpotkan dengan kunci, cukup tekan tombol engine start stop saja. Tetapi yang kadang tak disadari adalah kerja remote keyless bergantung pada baterai. Artinya, bila baterai yang digunakan sebagai sumber tenaga sudah habis, otomatis remote tak lagi bekerja normal, sehingga membuat pemilik mobil kerepotan saat akan mengakses kendaraannya. Nah, agar terhindar dari kondisi tersebut, Technical Support Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, mengatakan, pemilik mobil perlu peka untuk mengetahui ciri baterai remote keyless yang mulai lemah.

Apalagi saat ini mumpung sedang banyak ada waktu di rumah lantaran harus work from home (WFH) imbas pandemi corona (Covid-19). Karena itu, tidak salah bila sedikit memberikan perhatian bagi mobil.

” Baterai itu biasanya tidak akan langsung habis, tapi melemah dulu. Pada kondisi ini pemilik mobil harusnya sudah mulai curiga, tandanya paling mudah adalah bila menemui remote yang sudah tidak responsif saat digunakan,” kata Didi belum lama ini. Menurut Didi, sulitnya menggunakan remote untuk berinteraksi dengan mobil, seperti membuka atau mengunci pintu, jadi ciri utama bila baterai mulai kehilangan daya atau soak.

Baca Juga :  Suzuki Jimny ala Reli Dakar Siap Bertempur di Medan Berat


Akibat baterai yang sudah lemah, otomatis mempengaruhi kerja remote yang merupakan transmitter guna mengirimkan sinyal ke modul yang ada di mobil. Sementara bila daya baterai sudah benar-benar habis, maka dampaknya remote sudah benar-benar tak merespons saat digunakan.

Dalam kondisi ini pemilik mobil harus membuka dan mengunci mobil secara manual. Apalagi bila sempat menggantinya dengan baterai baru. “Sebenarnya tidak ada patokan baku kapan baterai remote harus diganti, karena tidak ada hitungan pasti kapan daya baterai habis. Biasanya memang lebih dari satu atau dua tahun, tapi baiknya bila sudah mengalami gejala tadi jangan ditunda untuk segera mengganti,” ucap Didi.

Sumber : Kompas.com

Bagikan :