New Normal atau Tatanan Kehidupan Baru

Ilustrasi Covi-19
Bagikan :

Kliktodaynews.com “kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini, itu keniscayaan. itulah yang oleh banyak orang disebut new normal atau tatanan kehidupan baru”

Pernyataan resmi Presiden Joko Widodo, di istana Merdeka, Jumat 15 Mei 2020

Syarat New Normal

Dr Haris Henri P.Kluge Direktur Regional WHO untuk Eropa memberikan panduan untuk negara-negara Eropa yang akan menerapkan new normal. setiap langkah untuk meringankan pembatasan dan transisi harus memastikan :

1. Terbukti bahwa transmisi Covid-19 terlah dikendalikan.

2. Kesehatan masyarakat dan kepastian sistem kesehatan mampu untuk mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, melacak kontak dan mengkarantina.

3. Mengurangi resiko wabah dengan pengaturan ketat terhadap tempat yang memiliki kerentanan tinggi, terutama dirumah orang lanjut usia, fasilitas kesehatan mental dan permukiman padat.

4. Pencegahan ditempat kerja diterapkan, seperti jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, etiket penerapan pernapasan.

5. Risiko penyebaran imforted case dapat dikendalikan dan;

6. Masyarakat ikut berperan dan terlibat dalam transisi.

Pemuliah Ekonomi Kajian awal kemenko Perekonomian untuk pemulihan ekonomi

Baca Juga :  Istri Petarung MMA Mualaf Dipecat Kerja Gara-gara Jilbab


Fase I 1 Juni 2020

Industri dan jasa Bisnis ke Bisnis beroperasi dengan social distancing dan persyaratan kesehatan, Toko, pasar dan mall belum boleh beroperasi, kecualikan untuk toko penjual masker dan fasilitas kesehatan, sektor kesehatan beroperasi penuh dengan memperhatikan kapasitas kesehatan, berkumpul maksimal 2 orang didalam satu ruangan, olahraga luar ruang belum diperbolehkan.

Fase II 8 Juni 2020

Toko, pasar dan mall diperbolehkan pembukaan toko-toko tanpa diskriminasi sektor dengan menerapkan protokol ketat, usaha dengan kontak fisik belum boleh beroperasi, kegiatan berkumpul dan olahraga outdoor belum diperbolehkan.

Fase III 15 Juni 2020

Toko, pasar dan mall tetap pada fase 2, Evaluasi pembukaan salon,spa dan lain-lain denga protokol ketat, kegiatan kebudayaan diperbolehkan dengan menjaga jarak, kegiatan pendidikan disekolah dilakukan dengan sistem shift sesuai jumlah kelas, olahraga outdoor diperbolehkan dengan protokol, evaluasi pembukaan tempat pernikahan, ulah tahun, kegiatan sosial hingga 10 orang.

Fase IV 6 Juli 2020

Pembukaan kegiatan ekonomi seperti di fase 3 dengan tambahan evaluasi, pembukaan bertahap restoran, cafe, bar, tempat gym, dan lain-lain dengan protokol kebersihan ketat, kegiatan outdoor lebih dari 10 orang, pelesir keluar kota dengan pembatasan jumlah penerbangan, kegiatan ibadah dilakukan dengan jemaah terbatas, membatasi kegiatan berskala lebih dari yang disebutkan.
Baca Juga :  IWPG Menyerukan “Solusi Damai” untuk Menyelesaikan Krisis Myanmar


Fase V 20 dan 27 Juli 2020

Evaluasi untuk fase 4 dan pembukaan tempat-tempat atau kegiatan ekonomi lain dalam skala besar, akhir juli atau awal agustus, seluruh kegiatan ekonomi sudah dibuka, tetap mempertahankan protokol dan standart keberihan dan kesehatan yang ketat, evaluasi secara berkala, sampai vaksin bisa ditemukan dan disebarluaskan.

Sumber : Tempo dan WHO

Editor : Rudi Samosir

Bagikan :