Syafri Efendi Nasution: Desak Polda Riau Tangkap Otak Pengeroyokan Jurnalis di Kampar

Bagikan :

Saat korban menanyakan maksud kedatangan mereka, para pelaku menyebut nama seseorang. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong yang berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap korban.

Usai kejadian, Deri Adi Saputra menjalani visum di rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka pada bagian mulut, kepala, jari tangan, dan punggung.
Syafri menyebutkan, dari sekitar 24 orang yang diduga terlibat, baru sembilan orang yang telah diamankan. Namun, pihak yang disebut-sebut sebagai otak pelaku hingga kini belum ditahan.

Akibat belum tuntasnya penanganan kasus tersebut, Syafri menilai korban masih merasa terancam dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Sementara itu, Deri Adi Saputra mengaku heran atas lambannya pengungkapan kasus yang menimpanya.

“Saya berharap Polda Riau dapat menuntaskan kasus ini secara adil. Kami para jurnalis di Kampar ingin bekerja dengan aman tanpa intimidasi maupun kekerasan,” ujarnya.

Deri juga menjelaskan bahwa saat kejadian ia tengah melakukan investigasi terkait persoalan kepemilikan lahan di lokasi tersebut. Ia menyebut dugaan pengeroyokan terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya dialog terlebih dahulu.
Kasus ini kini masih dalam proses penanganan aparat kepolisian.
(SN/CP)

Bagikan :