Rekontruksi Pembunuhan Janda Hamil di Pancur Batu, Tersangka Membabi Buta Tikam Korban

Polsek Pancur Batu menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan janda hamil Rasmita Br Ginting (35)
Bagikan :

DELI SERDANG – Kliktodaynews.com Untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) sebelum dilimpahkan ke Cabjari Pancur Batu, pihak Polsek Pancur Batu menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan janda hamil Rasmita Br Ginting (35) warga Jl. Karya Gg. Muslimin, Desa Baru, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang. Rekonstruksi yang dipimpin Kapolsek Pancur Batu, Kompol Dedy Dharma digelar di Aula Polsek Pancur Batu, Jumat (4/6/2021) pagi.

Sebanyak 11 adegan diperagakan, dimana korban diperankan oleh Naumi salah seorang keluarga korban, disaksikan Jaksa Penuntut Umum dari Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Pancur Batu, Ade Barus dan kuasa hukum tersangka atas nama Suhandri Umar Tarigan.

Dalam rekon tersebut terungkap dimana awalnya, Kamis (29/6/2017) sekira pukul 23.00 WIB, tersangka Malem Ngikut Suranta Tarigan alias Batu als Dias Tarigan (33) warga Desa Baru datang ke rumah korban sambil membawa mie instan dan telur ayam. Karena mendengar pintu rumah digedor, korban menyuruh saksi Sabarina Emia Br Gurusinga untuk membuka pintu.

Setelah saksi membukakan pintu, tersangka pun masuk ke dalam sambil menyuruh agar mie yang dibawanya itu dimasak. Lalu korban duduk di lantai rumah mendampingi tersangka, dimana saat itu tersangka mengaku hendak membuka usaha sol sepatu dan memohon agar korban membantunya membeli payung besar, yang dijawab korban “nanti dilihat dulu ke pajak”.

Baca Juga :  Polrestabes Medan Mengamankan 4 Tersangka Penganiayaan Di Unimed Hingga Tewas


Beberapa saat kemudian, tersangka mengatakan kepada korban bahwa ada permen karet menempel di celananya (tersangka). Korban pun menyarankan agar tersangka menggunakan minyak tanah untuk melepaskan permen karet tersebut.

Tersangka kemudian membuka celananya dan mengambil minyak tanah dari lampu teplok yang selanjutnya menaburkan minyak tanah itu ke celana yang terkena permen karet. Lalu, tersangka mengambil sebilah pisau yang terselip di dinding tepas rumah, dan kembali mendekati korban yang sudah mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Tersangka pun masih berusaha melepaskan bekas permen karet tadi dengan cara mencongkel pakai pisau. Secara bersamaan, korban tersontak kaget dan berusaha menghindar begitu melihat tersangka tiba-tiba sudah tak lagi mengenakan celananya.

Ternyata, tersangka merasa tersinggung karena korban berteriak, hingga tersangka menikam tubuh korban secara membabi-buta menggunakan pisau yang dipegangnya. Dalam kondisi ketakutan, korban berteriak semakin keras hingga anak-anak korban pun ikut berteriak minta tolong.

Selagi kedua korban berlari untuk menyelamatkan diri sambil berteriak minta tolong, tersangka mengejar saksi Sabarina Emia Gurusinga (anak korban) dan melayangkan pisaunya hingga mengenai bahu dan tangan saksi Sabarina, sementara saksi Perwira berhasil lolos. Usai melampiaskan amarahnya, tersangka mengambil celananya dan memakainya lalu sambil membawa pisau tersebut, tersangka melarikan diri ke arah mushola di sekitar tempat tinggalnya.
Baca Juga :  Masalah Rumah Tangga, Istri Korban Hakim PN Medan Diduga Otak Pelaku Pembunuhan


Setibanya di mushola, tersangka membuang pisau yang digunakannya melakukan pembantaian tersebut ke kolam ikan milik warga dan melarikan diri ke kawasan Marelan. Tak lama kemudian, warga membawa saksi Sabarina ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, sedangkan korban sudah tak bernyawa lagi.

Kapolsek Pancur Batu Kompol Dedy Dharma didampingi Kanit Reskrim Iptu Amir Sitepu mengatakan, tujuan dilaksanakannya rekon tersebut untuk melengkapi BAP kasus pembunuhan janda hamil sebelum berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan.

“Tersangka ditangkap di Jalan Jamin Ginting depan pajak Pancur Batu, pada Minggu (7/3/2021) setelah diburon selama 4 tahun. Terkait kasus ini, tersangka dijerat dengan Pasal 338 subs Pasal 351 ayat (3) KUHPidana,” pungkas Dedy” Afdal [AR/REL?KTN]

Bagikan :