Cuma 5 Hari, Misteri Pembunuhan ‘Nek Misniati’ Berhasil Diungkap Satreskrim Polres Batubara

Bagikan :

Batubara-Kliktodaynews Cuma 5 Hari, Misteri Pembunuhan ‘Nek Misniati’ Berhasil Diungkap Satreskrim Polres Batubara Mungkin ini sebuah kabar yang menggembirakan bagi publik khususnya warga Dusun VI desa Sumber Padi kecamatan Limapuluh kabupaten Batubara, pasalnya misteri dan teka teki atas pembunuhan nek Misniati (68) akhirnya berhasil diungkap oleh petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim -red) Polres Batubara dalam kurun waktu hanya 5 hari saja.

Penyidikan yang berujung pada pengejaran terhadap tersangka AN (25) pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas -red) diserta pembunuhan ini pun, dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Batubara AKP. Pandu Winata SH, S.iK, MH, sejak setelah kejadian hingga pada Jum’at (22/3/2019) si Pelaku berhasil dibekuk di derah Sipare-pare, kecamatan Air Putih, Batubara.

Dari data sementara yang berhasil dihimpun, bahwa tersangka AN sendiri merupakan seorang penduduk pindahan yang berasal dari daerah Nagori (desa -red) Perlanaan, kecamatan Bandar, kabupaten Simalungun. Sedang tersangka pelaku tinggal dan menjadi tetangga korban (desa Sumber Padi), sesudah ia menikah dengan wanita asli warga setempat.

Menurut DA (17) salah seorang remaja perempuan yang juga lahir serta tinggal di desa Sumber Padi, bahwa banyak masyarakat di kampungnya mengenal pelaku AN sebagai orang yang suka mengkonsumsi Narkoba, minum-minuman keras dan juga senang bermain perempuan alias mata keranjang.

Pelaku AN juga disebut-sebut sebagai pria sekaligus tipe suami yang pekerjaannya terkesan sama sekali tidak jelas walaupun sedikit pula yang mengetahui bahwa tersangka punya kegiatan jual beli hewan ternak atau lembu. Demikian warga pun menilai bahwa kondisi tersangka sangat beruntung karena bisa menyunting seorang istri yang merupakan anak dari agen lembu ternama di desa tersebut.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Satreskrim Polres sendiri belum berkenan membeberkan baik soal identitas lengkap maupun berkaitan dengan inisial tersangka pelaku sendiri. Namun melalui pesan singkat Whatsapp (WA -red), terkait penangkapan terhadap pelaku curas yang disertai pembunuhan nek Misniati itu. telah dibenarkan oleh AKP. Pandu Winata.

Baca Juga :  Ketua PKK Kabupaten Batu Bara : Peran Serta Ibu Diharapkan Di Masa Covid-19


Berikut percakapan singkat antara awak media ini dengan Kasat Reskrim, “[23/3 15.40] kliktodaynews.com (16): Assalamualaikum pak Kasat Reskrim, [23/3 15.40] kliktodaynews.com (16): Mohon ijin bertanya pak 🙏🏽🙏🏽🙏🏽, [23/3 17.15] AKP. Pandu winata SH S. iK, MH: Walaikumsalam, [23/3 17.17] kliktodaynews.com (16): Apa benar TSK pembunuh nek Misniati sudah ditangkap ya pak ?, [23/3 17.18] AKP. Pandu winata SH S. iK, MH: Ya sudah, [23/3 17.18] AKP. Pandu winata SH S. iK, MH: Senin rilis, trims. [23/3 17.18] kliktodaynews.com (16): Siaaappp 👌🏽🙏🏽 [23/3 17.18] kliktodaynews.com (16): Bravo pak.. Mantap 👍🏽”.

Sedang sebelumnya, Senin (28/3/2019) atau sekira 5 hari lalu. Telah dikabarkan bahwa seorang nenek bernama Misniati berusia 68 tahun ditemukan dengan kondisi tewas bersimbah darah didalam gudang belakang rumahnya sendiri. Tragis mayat nek Misniati ditemukan oleh menantunya sendir yakni Novita (25) dalam keadaan sengaja ditutup dengan sebuah kuali besar.

Awal sesaat setelah melihat kondisi rumah tersebut sepi, Novita yang memang tinggal bersama suaminya di rumah korban. Kemudian mengetuk pintu rumah samping dan belakang. Karena tidak mendapatkan jawaban dari mertuanya, lantas Novita kembali mengetuk pintu dari depan rumah korban.

Meski sudah dipanggil berulang-ulang namun korban tidak juga kunjung ada jawaban dari dalam rumah, sementara saat itu posisi pintu depan, samping dan belakang masih dalam keadaan terkunci rapat. Dalam kondisi penasaran Novita kemudian bertemu Ibu Sur dan bertanya dimana ibu mertuanya apa ada jumpa. Kemudian Ibu Sur menjawab bahwa tadi baru siap menjemur, apa nggak ada dirumah.
Baca Juga :  Gempur Peredaran Narkotika, Dua Pelaku Narkotika Ditangkap Satres Narkoba Polres Siantar


Selanjutnya Novita bersama dengan Ibu Sur kembali ke arah pintu belakang dan saat itu pintu belakang sudah dalam posisi setengah terbuka. Novita pun bergegas membuka pintu belakang dan melihat darah bercucuran dilantai lalu berteriak teriak minta tolong kemudian warga Wahyudi Syahputra, Hermanto dan Ali Ramadhani masuk ke dalam rumah mencari Misniati.

Akhirnya setelah mencari bersama sama dengan saksi saksi, Novita menemukan Misniati sudah berada di gudang dalam keadaan meninggal dunia dengan bersimbah darah. PolisiPolisi yang dihubungi segera meluncur ke TKP dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Medan guna dilakukan Otopsi dan melakukan olah TKP.

Barang bukti yg diamankan di TKP antara lain Kuali besar, puntung rokok, termos, piring yang ada ceceran darah, kaus basah yang diduga untuk mengelap bekas darah. Barang milik korban yang hilang antara lain 1 unit Handpone Merk Nokia, 1 pasang anting anting emas serta Uang yg tersimpan di dalam dompet emas milik korban.

Sementara menurut penuturan Jumiin (44) anak kandung korban, ibunya sudah lima tahun hidup menjanda dan selama ini tinggal bersama adik bungsu dan istrinya. Namun setiap harinya anak dan menantu korban bekerja dan setiap hari itu pula nenek Misniati tinggal seorang diri dirumah besar yang berada di daerah pemukiman padat.

Menurutnya tidak ada tanda kerusakan pada pintu dan jendela namun sebatang potongan beroti terdapat disamping genangan darah didapur rumah korban. Masih menurut Jumiin, dalam jangka waktu enam bulan ini rumah orang tuanya itu sudah dimasuki oleh maling sebanyak enam kali. (Bim/KTN)

Bagikan :