Tak lama kemudian, korban terakhir berhasil ditemukan sehingga seluruh korban dalam peristiwa tersebut telah teridentifikasi.
Berdasarkan data akhir, total korban berjumlah enam orang. Lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang selamat, yakni Sehat br. Tarigan (70).
Selama operasi berlangsung, tim SAR menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lokasi yang mengalami kemacetan serta kondisi licin akibat material longsoran. Kondisi tersebut sempat memperlambat mobilisasi personel dan peralatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika selaku Search Mission Coordinator menegaskan proses pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
Pada hari kedua operasi, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit. Satu tim melakukan penyisiran manual menggunakan metode line hail, sementara tim lainnya menggunakan alat berat untuk membuka akses dan menyingkirkan material longsoran.
Dengan tidak adanya lagi laporan korban hilang, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. (Red/ktn)
