Positif Covid-19, Berikut Riwayat Perjalanan 2 Pasien Warga Tapanuli Utara

Juru Bicara Gugus Tugas Covid -19 Tapanuli Utara, Indra Simaremare
Juru Bicara Gugus Tugas Covid -19 Tapanuli Utara, Indra Simaremare
Bagikan :

Tapanuli Utara-Kliktodaynews.com Dua orang warga Tapanuli Utara dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil swab dari Laboratorium Klinik RSU Bunda Thamrin Medan pada tanggal 12 Juni 2020.

Kedua warga tersebut yakni HS penduduk Siraja Hutagalung Kecamatan Siatas Barita dan TB penduduk Sarulla Kecamatan Pahae Jae berprofesi sebagai supir pada salah satu perusahaan yg berlokasi di Medan.

HS selama ini bekerja di Kerinci dan kembali ke rumahnya di Siraja Hutagalung Siatas Barita pada tanggal 29 Mei 2020. Selama di rumah yang bersangkutan melakukan interaksi dengan keluarga dan pada tanggal 3 Juni 2020 berkunjung ke Puskesmas Siatas Barita untuk melakukan rapid test namun tidak jadi dilaksanakan. Selanjutnya yang bersangkutan berangkat menuju Medan dengan angkutan umum KBT pada tanggal itu juga (3 Juni 2020).

Sementara TB tiba di kelurahan Sarulla dari Parlilitan tempat dia bekerja selama ini pada tanggal 31 Mei 2020. Selama di rumah telah berinteraksi dengan keluarga. Kemudian pada tanggal 2 Juni 2020 berangkat ke medan dengan angkutan umum KBT. Selama di Medan mereka diinapkan di pergudangan Perusahaan tersebut di wilayah Kecamatan Amplas kurang lebih 10 orang.

Baca Juga :  Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo : "Saya Nyatakan Dukungan Atas Pendirian Universitas Negeri Tapanuli"


Sesuai dengan penugasan mereka dari perusahaan, akan diberangkatkan ke Kalimantan pada tgl 13 Juni 2020 sehingga sebelum berangkat dilakukan pemeriksaan sample swab di Lab Klinik Bunda Thamrin RSU Bunda Thamrin Medan pd tgl 10 Juni 2020 dan diterima hasil pd tgl 12 Juni 2020 dengan hasil positif covid19 untuk HS dan TB. Saat ini mereka telah diobservasi di ruang isolasi RSU Royal Prima Medan.

Dalam rangka penyelidikan epidemiologi telah dilakukan penulusuran riwayat kontak (tracing) di Siraja Hutagalung dan Sarulla. Untuk tracing yang kontak dengan HS sebanyak 4 orang anggota keluarga dan 4 orang petugas Puskesmas Siatas Barita dan hasil NON REAKTIF. Untuk tracing kontak TB di Sarulla sebanyak 3 orang dengan hasil NON REAKTIF. Selanjutnya kami berharap, jika ada yg merasa pernah kontak dengan HS dan TB agar melapor ke Puskesmas Sarulla dan Puskesmas Siatas Barita.

Selanjutnya kami sampaikan, mengingat kedua orang tersebut selama ini bekerja di luar Tapanuli Utara yakni di Kerinci dan di Parlilitan dan mendasari hasil rapid test terhadap keluarga yg kontak dengan mereka hasilnya NON REAKTIF, maka belum dapat dipastikan mereka terpapar dari mana. Untuk itu akan dilakukan penelusuran lebih lanjut.
Baca Juga :  Pegawai UPT Bina Marga Pemprovsu Ditemukan Membusuk di Rumah Kontrakan


Dalam penyebutan zona, dimana Taput disebut zona Merah sedang dilakukan koordinasi karena perlu di klarifikasi karena tidak ada acuan yang jelas dari penentuan zonasi ini. Untuk itu kami harapkan agar penentuan zonasi ini ada kriteria dan acuan yang jelas karena ini merupakan informasi penting bagi masyarakat.

Saat ini Tapanuli Utara sedang memasuki masa transisi menuju tatanan hidup baru yang produktif dan aman dari Covid-19. Tetap ikuti protokol kesehatan agar terhindar dari penularan covid-19. (RED/KTN)

Bagikan :