Irigasi Buruk, Banjir Rendam Sawah dan Rumah di Pematang Bandar Simalungun

Irigasi Buruk Timbulkan Banjir Genangi Rumah Dan Persawahan Warga
Bagikan :

PEMATANG BANDAR – Kliktodaynews.com|| Miris, petani di Nagori Talun Madear dan Talun Rejo Kecamatan Pematang Bandar selama 10 tahun tidak bisa mengolah lahan persawahannya untuk ditanami padi, pasalnya lahan persawahan mereka selalu digenangi air.

Padahal hasil dari bertanam padi itulah  digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari dan juga kelanjutan pendidikan bagi anak-anak bereka.

Salah seorang petani, Edi M (40) mengatakan sebagaian dari petani di daerah sini kehilangan mata pencaharian pasalnya lahan persawahan selalu digenangi air.

“Tau tau lagi harus mengadu kepada siapa, lahan sawah selalu digenangi air,”sebutnya kepada kliktodaynews.com, Rabu (22/9/2021).

Masih menurut Edy, penyebab banjir tersebut adalah buruknya jaringan irigasi dimana saluran itu sudah dangkal dan air melimpah mengalir ke lahan persawahan warga dan juga menggenangi rumah warga.

Ditempat terpisah Mesni (48) janda paruh baya menjerit akibat irigasi yang buruk, lahan persawahan miliknya digenagi air sudah berlangsung selama 10 tahun tanpa ada perhatian dari dinas PSDA Sumatera Utara ataupun PSDA Simalungun.

Baca Juga :  Pemerintah Tolak Permohonan Demokrat KLB

Beberapa lahan sawah yang digenangi air setinggi 1 meter yakni Tukimin luasnya lahan sawahnya 0,5 ha,Selamet 8 Rante,Wagino 8 Rante, Yuddi 4 Rante, Edi Mulya 7 Rante, Iwan 18 Rante, Mesni 5 Rante, Suki 5 Rante, Dul Sali 5 Rante dan Raimi 7 Rante. Jika di jumlahkan ada 77 Rante atau sekitar 3 ha.

Oleh karenanya kami minta kepada pihak PSDA agar segera membenahi jaringan irigasi di daerah kerasaan dan Daerah Irigasi ( DI ) Javakolonisasi yang bertemu tepat di lokasi lahan warga tersebut.

Para petani berharap agar irigasi tersebut dilakukan pengerukan karna memang sudah bertahun tahun tidak ada perhatian pihak Dinas PSDA. ( Jat/KTN )

Bagikan :